Suporter Rusuh, UEFA Denda Lyon dan Besiktas

Banyak insiden kerusuhan yang melibatkan suporter kedua tim di Tribun Parc Olympique Lyonnais, Lyon pekan kemarin. Tanpa peduli siapa yang memulai lebih dulu, UEFA menghukum kedua tim agar kedepannya mampu menjaga sikap dari para suporter mereka, terutama pada partai leg kedua mendatang.

Suporter Rusuh, UEFA Denda Lyon dan Besiktas

Kerusuhan antar supporter sepakbola kembali mewarnai sengitnya persaingan di kompetisi Liga Europa. Kali ini melibatkan partai leg pertama perempat final Liga Europa antara Olympique Lyonnaise melawan Besiktas pekan lalu. Akibat ulah dari para fans kedua tim, akhirnya UEFA pun menjatuhkan sanksi dan denda kepada klub kesayangan mereka.

Banyak sekali supporter kedua tim yang terlibat dalam kerusuhan itu. Bahkan, Insiden tersebut membuat laga yang berlangsung di Parc Olympique Lyonnais harus ditunda selama 45 menit. Ini tak terlepas dari tindakan tak terpuji sejumlah suporter yang melemparkan benda-benda keras dari tribun ke dalam lapangan.

Pendukung Besiktas juga terlihat berusaha menerobos pagar pembatas dan terlibat bentrok dengan fans Lyon. Akibat dari sikap anarkis tersebutpun, akhirnya raksasa liga super turki berpotensi mendapati denda dan sanksi yang serius. Namun sejauh ini belum ditentukan sanksi yang tepat oleh UEFA.

Sementara itu, tim tuan rumah Olympique Lyonnaise didakwa dengan alasan memblokir tangga stadion yang mengawali kejadian pelemparan kembang api serta fans yang masuk ke lapangan setelah terjadinya gol kedua yang menandai kemenangan 2-1 mereka. Insiden ini membuahkan sanksi penutupan sejumlah tribun pada partai eropa berikutnya dan denda yang tidak disebutkan.

Presiden Olympique Lyon sendiri sempat berkomentar, yang mana dia jusru menyalahkan para suporter besiktas, dan akan mengerikan membayangkan apa yang bakal terjadi di leg kedua nanti.

“Sepertinya sulit untuk berpergian ke Besiktas, Ketika Anda melihat bagaimana amarah yang ada tersebar ke semua penjuru, maka kami benar-benar merasa takut.” ujar presiden Lyon, Jean-Michel Aulas

Leave a Reply